Senin, 09 Juli 2012

Perpisahan (Dan Pertemuan Kembali) di Mata @pepatah



aku kembali untuk menulis kawan-kawan! \(^_^)/

Kali ini aku mau nulis tentang salah satu bab di buku Cinta: Selalu Ada Alasan untuk Mencintaimu by @pepatah. FYI, @pepatah itu adalah salah satu account motivator dengan 2 juta followers dan di kelola oleh tim IHQNetwork yang beranggotakan mahasiswa. Kalo gatau engga kece lho *pletak


Sesuai judul di atas, aku cuma mau menulis ulang tentang apa yang tertulis di buku ini tentang apa itu perpisahan dan pertemuan kembali tanpa mengurangi atau menambah isinya. Oh iya, judul artikel di bukunya ini adalah Cinta Takkan Kemana-Mana. So, please enjoy it guys!


PS: Kalo ada yang mau follow twitternya bisa ke sini @pepatah account's atau ke website di Pepatah | Buku Pepatah


Ketika kamu dihadapkan pada perpisahan, kamu masih boleh berharap, tetapi tetap sadar akan kenyataan. Jangan bergantung kepada harapan hampa. Harapan yang hanya akan membuang waktumu.


Pasti ada alasan untuk setiap pertemuan, pun perpisahan. Tuhan pasti telah merencanakan semua, dan apapun itu pasti yang terbaik bagimu.



Ketika pertemuan menyapa, wajar jika kamu berbahagia. Dan sebaliknya, ketika perpisahan tiba, wajar jika kamu kecewa. Tapi jangan sampai kekecewaan itu menghancurkan hidupmu, menghentikan langkahmu.



Bumi berputar tak akan berhenti, waktu melaju tak akan pernah menunggu, dengan ataupun tanpa dia. Yang lalu biarkan saja berlalu, tak perlu lagi kamu tunggu. Masa lalu hanya untuk dikenang, tak akan bisa diulang.



Terkadang, perpisahan adalah cara Tuhan untuk menyelamatkanmu dari orang yang tidak tepat. Dan jika itu memang benar, bukankah lebih cepat berpisah berarti lebih baik? Tiada guna berlama-lama bersama orang yang salah, kamu akan tersiksa karena kamu akan terus memaksa dirimu sendiri agar terus bersama, dan hal yang sangat disayangkan adalah waktumu akan terbuang dan tak akan bisa kembali.



Kehilangan orang yang kamu sangat cintai bukan berarti kamu kehilangan kebahagiaan untuk terus mencintainya. Jika memang Tuhan berkehendak, perpisahan bukanlah akhir, karena akan sangat mungkin akan ada pertemuan kembali. Tuhan tak akan membiarkan hamba-Nya terus berseidh. Tuhan tahu apa pun yang diinginkan olehmu. Dan Tuhan pasti akan memberi semua yang terbaik untukmu jika kamu ikhlas untuk menerima, tulus untuk menjalani semua ujian dari-Nya, dan ujian itu termasuk perpisahan.



Kecewa, sedih, terluka, adalah perasaan yang tak diinginkan oleh siapa pun. Semua itu bisa dihindari, tetapi bukan berarti kamu harus lari jika perasaan itu menghampiri. Hadapi! Karena itulah yang akan menguatkanmu, memberimu pelajaran, membantumu memahami arti kehidupan. Setiap masalah adalah untuk menguatkan, jika kamu mau belajar dan mau mengambil hikmah.


Tak ada kejadian yang kebetulan, semua sudah direncanakan oleh Tuhan. Jika dia yang kamu cinta orang yang baik untukmu, dia tak akan pernah pergi. Jika dia belum baik, biarkan dia pergi karena nanti dia pasti kembali. Dan ketika dia kembali, jangan biarkan dia pergi lagi. Jaga sepenuh hati, karena kesempatan yang sama mungkin tak datang dua kali.


Tapi pastikan, ketika dia kembali dia telah menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang penyayang, serta bertanggung jawab tak akan meninggalkanmu lagi. Jangan sampai kejadian yang sama terulang. Karen jika itu terulang, itu artinya kamu tidak belajar dari pengalaman, dan kamu akan merasakan kembali sakit yang sama saat ditinggalkan, atau bahkan lebih sakit. @pepatah


Jadi gimana? Sedikit tergugah dengan tulisan dari @pepatah di atas? Harus tergugah dong! Tulisan bagus kayak gitu masa engga tergugah? Hehehe



Anyway, aku ga akan kasih quote-ku di sini. Soalnya, di atas udah hujan qoutes. Sesuka kalian deh mau milih yang mana.


See you guys! Keep rock'in for @pepatah!

Rabu, 04 Juli 2012

BELAJAR DARI MANGA – Part 1


Apa sih yang kalian rasain ketika kalian lagi baca manga kayak Detective Conan, Doraemon, Kindaichi, C.M.B, Naruto,dan lain-lain? Pertama pasti terhibur kan, habis itu bakalan timbul keinginan untuk memfavoritkan salah satu atau beberapa tokoh dalam manga tersebut. Pernah ga terlintas sekali aja dari kalian untuk memetik beberapa pelajaran hidup yang ada di dalam manga itu? Kebanyakan pasti engga, kenapa? Karna setelah kalian selesai membaca manga itu maka selesai juga ikatan kalian dengan manga tersebut.

Buatku, selesai membaca manga ga berarti ikatan kita selesai dengan manga tersebut. Mungkin sesekali, ketika kita menjalani hidup ini akan ada dejavu yang mungkin sama dengan manga yang pernah kita baca. Ga percaya? Aku udah membuktikannya kok. Aku masih inget sebuah manga yaitu Doraemon Special yang di salah satu isinya, manga ini membahas tentang nenek.

Doraemon Special yang membahas tentang nenek itu menceritakan Nobita yang lagi nyari alat untuk mencari cincin titanium milik ibunya yang hilang. Setelah dia menemukan cincin itu, bukannya belajar seperti janjinya sama Doraemon dia malah ngeluarin pesawat yang di rusak temennya, topi jerami ibunya yang hilang dan kumpulan komiknya yang di buang sama sang ibu. Tanpa sadar Nobita ngeluarin sebuah boneka daruma. FYI, daruma itu boneka yang kalau dipukul/digelindingin bisa balik ke posisi awal. Daruma itu ngebuat Nobita inget akan sosok neneknya yang meminta Nobita menjadi seperti daruma. Gini nih kata neneknya, “Jadilah seperti boneka daruma. Berapa kalipun ia terjatuh, ia akan selalu kembali berdiri tegak.”, ga lama setelah itu nenek si Nobita meninggal. Penggambaran di scene ini bener-bener ngena banget. Nobita digambarin nangis ala manga yang sampai menganak sungai berdiri sambil megang si daruma itu dengan erat. Terus di scene di berikutnya ada Nobita yang lagi belajar dengan daruma itu di sampingnya. Terus dia bilang gini,”Tenang nek, beberapa kalipun aku terjatuh, aku akan selalu kembali berdiri seperi daruma kenangan dari nenek. Nenek tenang saja di surga sana.”

Jujur ya, waktu baca cerita ini aku nangis. Kenapa? Karna aku bener-bener ngerasain gimana rasanya jadi Nobita. Dari kecil, dia selalu disayang dan dilindungi sama neneknya. Sama kayak aku. Dan ketika kehilangan neneknya, Nobita masih sekitar umur anak SD. Sama kayak aku. Ketika Nobita dijailin Giant sama Suneo, nenek akan selalu datang membela. Sama kayak aku. Di cerita tentang nenek Nobita ini, aku ngerasa kalau Nobita saat itu adalah aku.

Aku masih inget dengan jelas gimana nenek atau lebih sering aku panggil “uti” meninggal. Saat itu, aku masih kelas 3 SD. Masih suka berantem, bandel, seenaknya sendiri, pokoknya bener-bener jauh dari kesan anak baik-baik. Waktu itu udah malem banget, sekitar jam 12-an. Aku sama sekali ga bisa tidur. Saat itu, aku punya feeling yang ga enak. Mau tidur salah, engga tidur juga salah. Aku cuma tiduran di kamar ibu, sedangkan ibu masih di ruang keluarga sama keluarga lainnya. Uti waktu itu di rumah sakit di tungguin akung, ayah sama om. Beberapa menit kemudian, handphone ibu bunyi. Aku langsung manggil ibu kalau ada telefon. Ga beberapa lama setelah ibu nerima telfon, ibu nangis sambil bilang kalau uti udah engga ada. Uti udah pergi. Uti udah ga sama kita. Uti udah meninggal.

Saat itu, aku ngerasain ada yang sakit di dadaku. Setelah sebesar ini, aku sadar rasa sakit yang aku rasain itu namanya kehilangan. Aku cuma bisa duduk di atas tempat tidur sambil ngelihat ibu yang lagi ngasih tahu saudara lain di ruang keluarga. Waktu itu, bener-bener aku gatau harus ngapain. Jangankan turun dari tempat tidur, aku cuma bisa nengok ke kanan-kiri dengan tatapan kosong.

Sampai jam 6 pagi, aku ga bisa tidur. Cuma duduk di tempat tidur sambil ngelihat pakde, bude, om, tante, mbak & mas sepupu lain dengan tatapan kosong. Dan ga lama setelah itu ibu dateng buat nyuruh aku mandi soalnya beberapa menit lagi jenazah Uti sampai di rumah. Aku turun dari tempat tidur dan langsung ke kamar mandi. Waktu aku keluar dari kamar selesai mandi, di ruang keluarga udah banyak keluarga dengan baju yang isinya hitam semua. Ruang tamu udah di kosongin, ganti ada meja panjang disana dan digelari karpet.

Ga beberapa, jenazah Uti dateng dan langsung di taruh di meja panjang itu. Sebelumnya kita disuruh lihat untuk terakhir kalinya. Waktu aku lihat wajah Uti, beliau yang bener-bener senyum dari hati dan aura wajahnya yang bersih. Setelah itu kita sholat jenazah. Sampai di saat itu, rasa sakit yang kemudian aku sebut kehilangan itu masih bersarang di dadaku.Rumah semakin ramai. Tetangga, saudara jauh, kolega semuanya udah datang ke rumah untuk ngasih penghormatan terakhir buat Uti. Saat itu, aku ngerasain ada awan mendung di wajah tiap orang. Tepat jam 1 siang, akhirnya jenazah Uti dimakamkan di pemakaman keluarga besar akung.

Sepulangnya dari makam, aku masih melihat awan mendung di wajah keluargaku. Waktu itu aku bertanya-tanya, kok aku ga bisa baca perasaanku sendiri sih? Lainnya kayak ada awan mendungnya tapi kok aku ga bisa lihat awan mendungku? Sampai lulus SD, aku masih penasaran kenapa Cuma aku yang engga nangis dan ga bisa baca perasaanku sendiri.

Kelas 7 SMP. Saat itu aku sadar apa arti perasaan yang 4 tahun ini selalu aku bawa kemanapun. Kenapa aku engga nangis? Karena aku udah terlanjur shock duluan. Dari luar mungkin aku siap untuk ditinggal Uti tapi ternyata jiwaku atau hatiku engga cukup kuat ditinggal Uti. selama 9 tahun hidup bareng Uti, Uti adalah orang pertama yang selalu melindungiku. Bukan ibu, bukan ayah, bukan akung tapi Uti. kehilangan Uti ngebuat aku terpukul. Dan selama 4 tahun aku adalah seorang perempuan yang ga bisa di kontrol. Aku ngelakuin hal apapun yang aku mau tanpa memperhatikan apa yang orang bilang.

Sampai saat itu aku baca manga Doraemon Special dengan cerita nenek itu. Aku sadar, kalau aku jadi anak nakal gini Uti ga bakalan suka. Pasti Uti di atas sana kecewa lihat aku cucu kesayangannya jadi nakal dan seenaknya sendiri. Dan yang makin ngebuat aku merasa bersalah adalah Uti ga pernah sekalipun, selama 9 tahun aku kenal beliau ngebentak aku. Beliau bukan orang yang suka memakai nada tinggi ketika lagi ngomong sama aku. Inilah salah satu sifat Uti yang mungkin ga bisa aku miliki. Pelan tapi pasti, aku mulai belajar menghilangkan sifat itu walaupun sampai sekarang sifat jelek itu masih kadang keluar paling engga aku udah belajar mengendalikan sifat itu.

Sampai dengan saat aku nulis artikel ini, aku masih bisa nangis kalau aku inget Uti. buatku, beliau-lah perwujudan malaikat tanpa sayap. Malaikat yang selalu mencoba mengangkat aku untuk jadi orang yang lebih baik dan lebih baik. Dan aku sangat-amat-sangat berterima kasih dengan manga Doraemon Special itu. Mungkin kalau aku ga ngebaca cerita itu, aku masih seorang Ghiffa yang berandalan.
Itulah pengalamanku belajar dari manga. Mungkin kedengaran basi, tapi percaya deh, suatu saat kalian juga pasti akan mengalaminya. Satu quote dariku....

“Hargailah tiap kenangan yang tercipta dengan semua orang yang menyayangi ataupun kita sayangi. Karena ketika mereka telah pergi dari sisi kita, kenangan itulah yang akan menghangatkan hati dan perasaan kita :’)”

Selasa, 03 Juli 2012

DEDIKASI




Kenapa di sini aku bahas tentang dedikasi? Sebenernya ide untuk membahas tentang apa itu dedikasi udah ada dari lama, tapi baru bisa tertuang sekarang. Jadi, sekarang silahkan menikmati tulisanku yang masih amburadul ini. Kalau ada saran dan kritik yang membangun jangan sungkan-sungkan untuk diungkapkan. J

Dedikasi.

Apa itu dedikasi? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, dedikasi adalah pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu untuk berhasilnya suatu usaha atau tujuan yang mulia; pengabdian. Sedangkan menurut Dictionary.com, Dedication is an act of consecrating something or devoting oneself; Devotion, as to a cause, purpose, or career. Jadi dari 2 pengertian tersebut, arti definisi secara sempit adalah saat dimana kamu meluangkan waktu, tenaga, dan pikiranmu untuk sesuatu yang kamu suka.

Dedikasi itu bisa dimulai dari hal yang paling biasa dan sederhana banget. Contohnya ketika kamu ingin menyelesaikan sebuah novel yang tebelnya minta ampun, kamu ga bakalan beralih dari novel itu kecuali untuk ibadah, makan, minum, dan ke kamar mandi. Seluruh waktu, tenaga dan pikiran kamu curahin buat menyelesaikan novel itu. Terus contoh lagi adalah ketika kamu mendedikasikan diri kamu untuk mengoleksi hal-hal yang berbau Korea. Entah itu drama, mv, reality show dan lain-lain. Kamu ga bakalan bosan untuk ngedownload meskipun itu lama dan filenya yang ngehabisin memori laptop/PC kamu. Aku pernah diceritain seorang temen yang punya temen. Temennya temenku itu seseorang yang sangat mendedikasikan diri untuk hal berbau Korea. Dia rela nunggu berjam-jam demi ngedownload Super Show 3 yang besaran muatannya 17 Gigabyte! Bisa kalian bayangin ga seberapa lamanya ngedownload kayak gitu? 100 Megabyte aja lamanya udah bisa 1 jam, kebayang kan betapa lamanya? Tapi hal itu sama sekali ga berlaku buat dia yang udah bener-bener mendedikasikan dirinya untuk ngedownload file itu. Karna apa? Balik lagi, karna dedikasi.

Seseorang yang udah mendedikasikan dirinya untuk sesuatu ga bakal mundur begitu saja sampai apa yang ia inginkan ia dapatkan. Dedikasi itu beda banget sama yang namanya ambisius. Dedikasi membutuhkan keberanian, keinginan dan keikhlasan untuk melakukannya sedangkan ambisius itu keberanian dan keinginan yang terlalu meluap-luap tanpa disertai keikhlasan. Orang ambisius biasanya kesulitan untuk mengendalikan keinginan dan keberanian mereka, berkebalikan dengan orang yang berdedikasi yang mampu mengendalikan ketiga unsur tersebut dengan seimbang.

Buatku, dedikasi sendiri bukanlah hal yang gampang. Meskipun sederhana, justru kesederhanaan itu yang membuatkan sedikit banyak menyulitkan. Kita boleh bilang bahwa kita adalah orang yang berdedikasi, tapi setelah ditempa waktu perlahan dedikasi kita mulai meluntur dan ketika dedikasi itu sendiri udah hilang, kita akan dengan mudah meninggalkan hal yang awalnya sangat kita junjung untuk kita dedikasikan.

Tapi ada juga sedikit orang yang menurutku benar-benar berdedikasi di bidangnya. Contoh, bang Raditya Dika, bang Alit Susanto, Bang Pocong a.k.a Arief Muhammad, Regina dan Sean Idol. Mereka adalah orang-orang yang mendedikasikan hidup mereka untuk menulis. Bang Radit, berawal dari buku Kambing Jantan dan kemudian sudah sampai di Manusia Setengah Salmon, dan dia dengan ikhlas serta berani mendedikasikan cerita hidupnya untuk dibukukan. Itu sama saja dengan dia mengingat segala peristiwa yang dia alami dari lahir sampai segede ini, kalau bukan orang dengan dedikasi tinggi, ga bakal deh mereka mau susah-susah cerita tentang kehidupan mereka yang justru sebenarnya bisa digunakan untuk kita belajar.

Bang Alit Susanto a.k.a Shitlicious. Orang yang pengin banget punya buku dari dia masih jadi siswa sekolahan. Orang yang ga malu buat bilang “Gue adalah orang yang pernah dapet IP cuma satu koma.” Orang yang rela tinggal jauh dari orang tuanya. FYI, mama bang Alit ini kalau ga salah di Batam, Kepulauan Riau. Dan karena dedikasinya itu pula sekarang dia udah punya 3 buku. Masih sedikit, tapi paling tidak dia udah rela “menggadaikan” masa kuliahnya demi 3 karyanya.

Bang Pocong a.k.a Arief Muhammad. Siapa sih yang gatau dia? Pertama kali muncul dengan username twitter @Poconggg semua orang udah penasaran. Kenapa untuk muncul di twitter aja dia pakai menyembunyikan identitasnya. Balik ke orang berdedikasi. Coba deh kalian bayangin jadi seseorang kayak James Bond & Ethan Hunt dan Conan Edogawa a.k.a Shinichi Kudo. Sekalipun mereka fiktif, mereka mengajarkan kita untuk menjadi orang yang berdedikasi tinggi. Mereka mendedikasikan diri mereka untuk menumpas kejahatan dan akibat yang harus mereka tanggung adalah mereka terlihat sebagai orang yang memiliki identitas ganda. Sama kayak bang Arief. Bedanya dia ga menumpas kejahatan tapi dia punya identitas ganda. Di dunia twitter, dia adalah @Poconggg sedangkan di dunia nyata dia adalah Arief Muhammad, seorang mahasiswa Trisakti jurusan hukum. Sekali lagi, dia memiliki dedikasi tinggi. Kalau bukan orang berdedikasi mana mau dia menyembunyikan identitasnya? Bukannya lebih enjoy jadi diri sendiri? Yah walaupun identitas @Poconggg udah terungkap, buatku bang Arief adalah satu satu penulis yang kece.

Regina Ivanova dan Kamasean Matthews atau yang lebih kita kenal sebagai Regina dan Sean Idol. Siapa sih yang gatau mereka berdua? Mereka ini perempuan-perempuan hebat dengan suara emas yang berhasil mengguncang panggung Specta bahkan Indonesia. Apa yang mereka nyanyi selalu jadi TTWW Twitter. Kenapa mereka berdedikasi? Coba kita lihat Regina. 6 kali ikut audisi Indonesian Idol dan sekalinya lolos dia langsung melaju sampai ke Grand Final. 6 kali audisi, ada ga sih orang yang tahan ditolak 6 kali? Ditolak 2 atau 3 kali aja biasanya orang udah nyerah, tapi engga dengan Regina. Akhirnya dengan kerja kerasnya, dia bsia berdiri di panggung Grand Final. Penantiannya selama 6 kali audisi terbayar tuntas bahkan lebih.

Kamasean Matthews atau Sean. Di umurnya yang baru aja menginjak 17 tahun, dia adalah salah satu remaja yang bener-bener mendedikasikan hidupnya dari kecil untuk musik dan pendidikan. Kenapa musik? Kalian lihat deh, jarang remaja sekarang kalau yang engga berbakat banget bisa main gitar dan piano dengan apik ditambah suara yang ciamik. Kalau bukan karna dedikasi tinggi, dia ga bakalan ada di Grand Final. Kenapa pendidikan? Bisa kita lihat, dia adalah orang yang selalu berprestasi di sekolahnya. Seseorang yang bahasa Inggrisnya fluent banget. Seseorang yang berhasil mendapatkan beasiswa full untuk kuliah di salah satu universitas ternama di Australia. Salah satu keberhasilan Sean sebagai orang yang berdedikasi tinggi adalah keberhasilannya di bidang musik maupun pendidikan.

Kenapa aku milih mereka berenam sebagai orang berdedikasi tinggi? Waktu sudah membuktikannya. Mereka sudah dalam perjalanan meniti tangga kesuksesan. Buatku, mereka adalah orang-orang yang benar-benar mengerti apa itu arti dari dedikasi, pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu untuk berhasilnya suatu usaha atau tujuan yang mulia; pengabdian.

Ada lagi contoh dedikasi yang sudah dihadapi anak kelas X yang sekarang naik kelas XI. What is it? Yap! Penjurusan. Banyak yang senang karna masuk jurusan pilihannya, banyak yang kecewa karena gagal masuk jurusan yang diinginkan, dan ada juga yang biasa aja. kenapa aku memasukkan siswa kelas XI ini ke orang yang berdedikasi? Gini deh, contohnya aja aku. Mungkin aku emang suka IPS, tapi takdir Tuhan buatku yang tertulis adalah aku masuk IPA. Mau gamau, suka ga suka aku harus mencoba mendedikasikan diri untuk jurusan IPA. Buatku pribadi, apa yang udah Tuhan tuliskan buatku adalah rencana yang kita sendiri gatau akan bermuara dimana dan bagaimana. Sama dengan mereka yang masuk IPA tapi milih IPS atau mereka yang masuk IPS. Mau gamau suka ga suka, kita harus mendedikasikan diri untuk jurusan yang ada di depan kita. Jangan pernah punya pikiran kita engga bisa menaklukkan IPA/IPS, why? Karena kekuatan sugesti diri sendiri itu jauh lebih kuat dan manjur daripada sugesti orang lain. Dan ketika kita mensugesti diri untuk mendedikasikan diri dengan jurusan yang ada di depan mata kita, percaya deh kita bakalan lebih siap untuk mengarunginya J

Sama aja ketika kita memilih jurusan saat kuliah. Kita akan mendedikasikan diri untuk jurusan yang udah kita tetapkan dan engga tergoda dengan jurusan lain. Tapi kita juga harus sadar, jangan sampai dedikasi kita itu berubah menjadi ambisius. Contohnya, kita pengin banget masuk kedokteran di salah satu universitas terbaik negeri. Kita gamau masuk jurusan kedokteran selain di universitas itu. Entah itu lewat jalur undangan atau SNMPTN di mata kita, kedokteran cuma ada di universitas itu. Dan ketika kita gagal masuk jurusan kedokteran di universitas itu, kita cuma bisa menyesali diri. Akan banyak kata ‘andaikan’ yang tercipta. Andaikan aku dulu engga ngotot di situ, andaikan aku dulu lebih terbuka sama jurusan lain, andaikan aku dulu punya pikiran daftar univ lain dengan jurusan yang sama dan andaikan yang lainnya. Jangan sampai, dedikasi tinggi kita yang berubah menjadi ambisius sampai membakar diri kita sendiri.

Akhirnya, sampai juga kita di akhir tulisanku. Dari semua pemaparanku di atas tentang dedikasi, aku cuma pengin aku dan reader bisa belajar untuk menjadi orang yang berdedikasi. Ga perlu dari hal yang langsung besar, perlahan kita mulai dari hal yang gampang dan sederhana. Dan satu quote dariku...

“Setiap orang berdedikasi tinggi pasti akan menemui kegagalan di awal perjalanannya, bahkan dedikasi tingginya bisa berubah menjadi ambisius. Tapi justru komponen dedikasi, yaitu keberanian, keinginan dan keikhlasan itulah yang akan menuntunnya kembali menuju kesuksesan.”

Sabtu, 30 Juni 2012

Sedikit Ulasan The Daughtry




Sebenernya ini band udah lawas banget, sekitar tahun 2006 dibentuk sama finalis American Idol season 5, Chris Daughtry. That's why we called them as The Daughtry. Eits! tapi The Daughtry ini bukan solo project-nya si Chris, cuma namanya aja yang diambil buat bandnya.

Awal tahu tentang The Daughtry itu ga sengaja gara-gara baca teenlit Dear Dylan karya Stephanie Zen. Thanks for Stephanie Zen that made me know and love this band. Kenapa aku bisa falling love sama ini lagu?
1. Easy listening.
2. Liriknya yang to the point.
3. Peramuan musiknya yang catchy dan porsinya pas.
4. Pas banget buat cerita Dear Dylan.

Menurutku, kekuatan musik mereka ada di bagaimana mereka meracik musik mereka. Aliran mereka yang pop rock juga ngebuat mereka bisa mengexplore musik yang dimainkan. terus liriknya itu lho! Godverdomme! ini menohok banget buat aku yang pertama kali baca liriknya dan dengerin lagunya. Pop rock ga berarti mereka ga bisa buat lagu yang menohok. ini aku kasih 3 contoh lagunya.

What About Now
Shadows fill an empty heart
As love is fading,
From all the things that we are
But are not saying.
Can we see beyond the scars
And make it to the dawn?

Change the colors of the sky.
And open up to
The ways you made me feel alive,
The ways I loved you.
For all the things that never died,
To make it through the night,
Love will find you.

What about now?
What about today?
What if you’re making me all that I was meant to be?
What if our love never went away?
What if it’s lost behind words we could never find?
Baby, before it’s too late,
What about now?

Used To

I look around me,
And I want you to be there
‘Cause I miss the things that we shared.
Look around you.
It’s empty, and you’re sad
‘Cause you miss the love that we had.

You used to talk to me like
I was the only one around,
The only one around.

We used to have this figured out;
We used to breathe without a doubt.
When nights were clear, you were the first star that I’d see.
We used to have this under control.
We never thought.

We used to know.
At least there’s you, and at least there’s me.
Can we get this back?
Can we get this back to how it used to be?
To how it used to be, yeah...


Over You

And when you slammed the front door shut
A lot of others opened up
So did my eyes so I could see
That you never were the best for me

Well, I never saw it coming
I should have started running
A long, long time ago

And I never thought I'd doubt you
I'm better off without you
More than you, more than you know
  
I'm slowly getting closure
i guess it's really over
I'm finally getting better

And now I'm picking up the pieces
I'm spending all of these years
Putting my heart back together

Come the day I thought I'd never get through,
I got over you

 Dari semua 12 track lagu yang ada di album pertama mereka, Daughtry, 3 lagu ini yang bener-bener punya kesan menohok
What About Now itu bercerita tentang 2 orang yang pernah dekat tapi terus pisah. Dan di sini liriknya lugas banget, apalagi di bagian reff.
Used To itu bercerita tentang seseorang cowok/cewek yang pengin balik lagi sama mantannya. Dari liriknya sih menurutku engga memohon yang sampai you must with me or you die.
Over You itu bercerita tentang si tokoh yang stronger without his/her love. Cerita seorang tokoh yang bisa survive a.k.a move on.

Personil Band
  • Chris Daughtry – lead vocals, guitar (2006–present)
  • Josh Paul – bass, backing vocals (2006–present)
  • Josh Steely – lead guitar, backing vocals (2006–present)
  • Brian Craddock – rhythm guitar, backing vocals (2007–present)
  • Robin Diaz – drums, percussion (2010–present)
  • Jeremy Brady – rhythm guitar, backing vocals (2006–2007)
  • Joey Barnes – drums, percussion, keyboard, backing vocals (2006–2010) 
Diskografi

2006: Daughtry


 Track List:
All These Lives
Breakdown
Crashed
Feels Like Tonight
Gone
Home
It's Not Over
No Surprise
Over You
Sorry
There And Back Again
Used To
What About Now
What I Want (featuring Slash)

2009: Leave This Town


 Track List:
You Don’t Belong
No Surprise
Every Time You Turn Around
Life After You
What I Meant To Say
Open Up Your Eyes
September
Ghost of Me
Learn My Lesson
Supernatural
Tennessee Line
Call Your Name
Long Way [Bonus Track]
One Last Chance [Bonus Track]
What Have We Become [Bonus Track]
On The Inside [Bonus Track]
Get Me Through [Bonus Track]
Traffic Light [Bonus Track]
Back Again [No Surprise B-Side Track]

2011: Break the Spell


Track List:
Renegade
Crawling Back to You
Outta My Head
Start of Something Good
Crazy
Break the Spell
We’re Not Gonna Fall
Gone Too Soon
Losing My Mind
Rescue Me
Louder than Ever
Spaceship
Who’s They
Maybe We’re Already Gone
Everything But Me
Lullaby

That's all from me! Keep rock'in for The Daughtry! \m/


Selasa, 22 Mei 2012

Awesome Closing From "I'm Not Stupid 2" Movie

Simsim to the point aja deh. Kali ini postnya bukan original buatan simsim, cuma ngambil dari edning film I'm Not Stupid 2. Film ini Taiwan punya tapi jangan salah ceritanya bagus banget! trus inti filmnya itu tentang gimana kita menghargai kerja keras seseorang. Opening quote-nya aja gini "Kapan terakhir kali kamu memuji seseorang?"
Kalo reader pengen tau gimana filmnya, mangga tanya sama simbah google yang kece hehe

Semua orang punya impian.
Dari impian, datang harapan.
Semua orang butuh impian.
Dengan impian, ada kekuatan.
Impian menyinari hatimu bagai mentari.
Menerangi seluruh duniamu.
Impian membimbingmu ke jalan yang benar.
Memberi keberanian untuk melangkah maju.

Semua orang punya kunci dalam diri mereka.
Saat kita masih kecil,
Ada begitu banyak dukungan dan pujian untuk membantu kita melewati rintangan.
Kita tidak sadar betapa beruntungnya kita saat itu.
Seiring waktu berlalu, dukungan dan pujian itu berubah seiring kita beranjak dewasa.
Semua jadi berbeda.

Berikanlah lebih banyak pujian.
Lihatlah sisi baik seseorang.
Apa itu sulit?
Semua orang butuh pujian.
Tapi kenapa kita sering ragu untuk sekedar memberi pujian?
Dalam diri setiap anak ada sisi gelap dan sisi terang.
Carilah sisi terang, dan semua yang baik akan muncul.
Ada pepatah yang berbunyi, "barang berguna dipakai dengan salah akan jadi tidak berguna."
"Barang tidak berguna dipakai dengan benar akan jadi berguna."
pengakuan terhadap seseorang adalah sumber kekuatan.
Keajaiban ini mungkin berasal dari sepatah kata yang paling sederhana... Ekspresi, atau tindakan paling kecil sekalipun.
Kita tak pernah tahu apa yang bisa kita ubah.

Pelajaran yang bisa kita ambil yaitu belajarlah menghargai apa yang sudah orang lain lakukan sekecil apapun itu. Ibarat kalo kamu mau dihargai, kamu juga harus menghargai orang lain.

Quote dari Simsim,
"Jangan merasa rendah diri jika apa yang telah kamu lakukan tak dipandang orang lain. Selama apa yang kamu lakukan adalah hal baik, Tuhan akan selalu memandang ke arahmu."

A Shoulder To Cry On

Life is full of lots of up and downs,
And the distance feels further when you’re headed for the ground,
And there is nothing more painful than to let your feelings take you down,
It’s so hard to know the way you feel inside,
When there’s many thoughts and feelings that you hide,
But you might feel better if you let me walk with you by your side.

And when you need a shoulder to cry on,
When you need a friend to rely on,
When the whole world is gone,
You won’t be alone, cause I’ll be there,
I’ll be your shoulder to cry on,
I’ll be there,
I’ll be a friend to rely on,
When the whole world is gone,
you won’t be alone, cause I’ll be there.

All of the times when everything is wrong,
And you’re feeling like,
There’s no use going on,
You can’t give it up,
I hope you work it out and carry on,
Side by side,

With you till the end,
I’ll always be the one to firmly hold your hand,
No matter what is said or done,
Our love will always continue on.

Di Balik Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Setelah PHP, kali ini simsim mau bahas “cinta bertepuk sebelah tangan”. Aduh itu rasanya sakit makjleb semakjleb-makljebnya. Bayangkan deh, kamu uda suka banget sama dia tapi kok dia suka sama orang lain? Mungkin buat kamu, akan lebih baik ketika dia yang kamu suka memilih seseorang yang lebih baik dari kamu. Tapi kalo dia milih yang ga lebih baik dari kamu? kamu pasti nyesel kan ngelepas dia buat someone yang ga lebih baik dari kamu, malah mungkin di bawah kamu.

Menurut simsim, kalian cuma perlu merubah mindset kalian tentang “Cinta bertepuk sebelah tangan”. Nah berikut ini tips supaya kalian ga terbelenggu dengan cinta bertepuk sebelah tangan.

    # Kamu emang kehilangan dia yang kamu suka, tapi percaya deh Tuhan itu Maha Adil. Ketika kamu  kehilangan maka ga lama kemudian Tuhan akan ngasih seseorang yang lebih baik dari dia.
    # Jangan pernah membenci dia yang “menggantikan” mu. Anggap aja dia gatau kalo kamu ada di samping orang yang kamu sukai. Karna ketika kamu membencinya, rasa benci kamu akan berubah jadi dendam yang ga bakalan tuntas. Ibarat monster yang terus-terusan minta dikasih makan.
    # Be Brave. Jadilah berani ketika kamu ketemu dengan dia yang kamu suka. Jangan malah nundukkin kepala trus ngedumel ga jelas. Kasih dia senyum terbaik yang kamu miliki yang berarti kamu sangat berterima kasih pernah mengenal dia. 
     #  Mungkin kamu ga sadar, tapi selama kamu menyukai dia yang kamu suka, ada seseorang yang setia menunggu kamu. Setia menunggu kamu untuk sekedar menoleh ke dia, setia menunggu kamu sekedar untuk melihat senyum ikhlasmu. Saat kamu terpuruk, dia bakalan datang ngulurin tangannya buat kamu. Dengan senyum yang manis sembari berkata “Jangan sedih, kamu masih punya aku sebagai sahabatmu.” 
    # Jangan mencoba membunuh perasaanmu ke dia, why? Karna ketika kamu membunuh perasaanmu, kamu  cuma ngebuat diri kamu lebih terpuruk lagi. Terkesan kamu adalah orang yang gatau terima kasih. Kamu hanya perlu mengatur seberapa besar “porsi” perasaanmu sama dia. Tenang, dia masih ada kok buat kamu. Mungkin dia akan datang ke kamu sebagai sahabat, bukan pacar. Who knows?
   # Jangan mencoba merubah kepribadianmu. Tetaplah jadi kamu sebelum mengenal dia. Berubah cuma akan ngebuat kamu keliatan minus di matanya. Be yourself always make you better, no matter what they say.
   # Menerima kenyataan. Tuhan ngasih kita cobaan bukan tanpa alasan. Pasti Tuhan tau kalo kita bisa melewati apa yang Beliau “berikan”. Inget! Umat yang sabar menerima cobaan dari Tuhan, pasti akan mendapat kebahagiaan yang bertubi-tubi.

Naah, itu tadi 7 tips dari simsim gimana cara menghadapi cinta yang bertepuk sebelah tangan. Semoga bisa membantu kalian dalam mengatasi masalah yang terjadi sama kalian. Satu quote dari simsim:

“Kehilangan adalah satu fase dalam kehidupan yang wajib dialami setiap manusia agar manusia belajar menghargai apa yang mereka miliki.”